Senin, 21 Desember 2009

Terima kasih Ayah, Terima kasih Ibu....

Dulu aku adalah Air Mani milik seorang lelaki kupanggil Ayah, yang menetes di rahim seorang Perempuan kupanggil Ibu...
Lalu aku diberi nutrisi makanan dari Rahim indah Ibuku, dijaganya aku, diberi kehangatan kasih sehingga sampai 9 bulan 10 hari...
Aku dilahirkan oleh Ibu dengan perjuangan sakit antara hidup dan mati, sehingga aku menjadi semungil bayi...
Bertahun Ibu merawat dan membesarkan aku dengan penuh sentuh Cinta Tulus, sampai aku menjadi sesosok manusia dewasa mandiri...
Ayah, Ibu... aku adalah Amanah yang dititipkan kepadamu, aku kan turut menjaga semua itu...
Aku kan berusaha menjadi manusia yang membanggakan dan membahagiakanmu...
Ayah, Ibu... ukiran rasa terima kasihku adalah hati yang senantiasa melekat dalam relung Jiwaku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar